Wali Kota Blitar: 3 Langkah Dasar Pembangunan Kota Blitar 2010

by admin Email

Melihat sasaran pembangunan daerah Renstrada Kota Blitar 2000-2010 dan RPJMD II Kota Blitar 2006-2010 secara makro, kebijakan umum pembangunan daerah di tahun 2010 mendatang akan terkait dengan tiga langkah dasar: mempertahankan; memperbaiki dan mengantisipasi tuntutan kebutuhan masa depan. Demikian disampaikan Wali Kota Blitar, Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, MS. Hal ini mengingat bahwa hasil capaian pembangunan daerah di Kota Blitar pada akhir tahun 2008-2009 masih banyak yang perlu disempurnakan. Sebagai contoh, pada bidang pendidikan dan kesehatan, masih banyak lagi yang harus dipacu. Di antaranya yang utama adalah kualitas pelulusan di masing-masing tingkatan pendidikan masyarakat yang belum kompetitif; dan penguatan lembaga puskesmas, pustu, posyandu dan dasa wisma sebagai lembaga deteksi dini kasus kesehatan masyarakat, terangnya. Kemudian, pada bidang otonomi daerah dan layanan pemerintahan, imbuh Djarot, pembenahan yang harus dilakukan antara lain adalah tingkat sinkronisasi dan koordinasi antar-SKPD, terutama di dalam menyikapi program yang datang dari pusat dan provinsi. Selain itu, kemampuan untuk memprediksi kebutuhan dan peluang masa depan sekaligus kemampuan untuk menghadapi tantangan serta mencari jalan terobosan di kala menghadapi kebuntuan (manajemen krisis), yang masih terasa sangat lemah di hampir seluruh jajaran birokrasi di lingkungan pemerintah daerah, tandasnya. Sementara, pada bidang penerapan sistem perdagangan barang dan jasa unggulan, ujar Wali Kota Blitar, salah satu yang menjadi kelemahannya adalah pemanfaatan kedudukan Kota Blitar sebagai core atau pusat pengembangan kawasan Blitar dan sekitarnya yang masih sangat lemah, sehingga Kota Blitar masih belum sepenuhnya mampu memposisikan diri sebagai pusat distribusi barang dan jasa bagi kawasan sekitarnya. Ini mengingat Kota Blitar ditetapkan sebagai pusat SWP III dalam RTRW Provinsi Jawa Timur. Serta, permasalahan-permasalahan pokok lainnya yang mencakup bidang penciptaan lingkungan kondusif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat; dan bidang pengukuhan identitas Kota Blitar sebagai kota PATRIA, tuturnya. Karena itulah, menurut Wali Kota Blitar, tiga langkah dasar di atas menjadi penting. Mempertahankan, bahkan meningkatkan apa yang sudah dicapai pada tahun 2009, dapat diartikan bahwa semua pihak harus mampu menyinergikan segenap daya dan kekuatan, agar pelaksanaan pembangunan Kota Blitar pada tahun 2010 nanti, dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar atau setidaknya sama dengan yang telah dicapai pada tahun ini. Kemudian, lanjut Djarot, memperbaiki dan melengkapi pelbagai kekurangan serta kelemahan pelaksanaan pembangunan daerah pada tahun sebelumnya. Artinya, segala bentuk tanggungan pembangunan yang masih belum mampu diselesaikan pada tahun 2009 ini harus menjadi prioritas penanganannya pada tahun 2010. Dan, terakhir, tegasnya, memprediksi perkembangan kebutuhan pembangunan pada 5 tahun berikutnya sekaligus mengantisipasi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang diperkirakan muncul dan berkembang pada 5 tahun berikutnya terutama yang akan berkembang sekitar proses pemilihan legislatif; presiden; dan kepala daerah pada tahun 2009 dan 2010 nantinya. Artinya, di dalam menyusun dan menetapkan kebijakan pembangunan tahun 2010, di dalamnya harus sudah diperhitungkan segala kemungkinan yang bakal terjadi 5 tahun kemudian, terutama segala hal yang akan terjadi