Dipersiapkan, Sistem Drainase atau Utilitas Kota Blitar

by admin Email

Pemkot Blitar tengah menyiapkan sistem drainase atau utilitas Kota Blitar secara menyeluruh. Implementasi perencanaan atau persiapkan sistem drainase tersebut dilaksanakan secara bertahap dan mengacu pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028. Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, pengembangan jaringan drainase sendiri mempunyai hierarki yang ditentukan berdasar skala pelayanannya, sehingga antara satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Hierarki saluran yang dinyatakan dengan saluran pembuangan induk/primer; pembuangan sekunder; dan tersier, antara satu dengan lainnya mempunyai desain penampang yang berbeda. Beberapa saluran alam (sungai) yang mengalir di wilayah perencanaan yang berfungsi pula sebagai saluran irigasi dapat dijadikan saluran primer pembuangan air limbah dan air hujan (pematusan) melalui saluran-saluran sekunder dan tersier yang ada, terangnya. Sementara, imbuh Kepala Bappeda Kota Blitar, saluran tersier menampung air dari “catchment area” dan air dari saluran persil. Sedangkan saluran sekunder sebagai saluran yang menjadi penampungan air dari saluran-saluran tersier lingkungan. Penetapan fungsi ini didasarkan pula pada pertimbangan adanya rencana pengembangan wilayah perencanaan dimasa mendatang jika terjadi perubahan penggunaan lahan. Karena itu, penanganannya menjadi berbeda antara satu dengan yang lainnya, prinsip dasar yang dipakai adalah mempertahankan saluran drainase yang sudah ada dengan jalan mengevaluasi kapasitas saluran. Jika tidak memungkinkan, alternatif penanganan diarahkan dengan jalan merubah dimensi atau ukuran saluran drainase yang sudah ada sesuai dengan debit rencana, jelasnya. Kepala Bappeda Kota Blitar menambahkan, khusus pada ruas jalan yang dibangun saluran baru sebaiknya menggunakan tipe saluran terbuka, agar memudahkan pemeliharaan saluran. Dari sini terinventarisasi 18 saluran bertipe terbuka di seluruh wilayah Kota Blitar, yang dibangun dalam rentang tahun 2008-2028. Sementara 83 saluran drainase di Kota Blitar akan mengalami perubahan dimensi, di samping 18 saluran drainse yang memerlukan normalisasi. Ini masih ditambah dengan pembangunan sudetan atau saluran pintas di 8 lokasi di Kota Blitar, seperti di sekitar jalan Palem dan pertigaan jalan Sedap Malam dan Melati, pungkasnya. (bnn)